Bangsa Jepang, bangsa
yang terkenal dengan karakter kuatnya, karakter pantang meyerah, mirip dengan
slogan yang saya dengar sehari-hari di kampus saya “KEEP ON FIGHTING TILL THE
END” yah bagi saya kadang jadi slogan yang membangkitkan, kadang pula menjadi
slogan yang terabaikan. Katanya orang jepang juga punya slogan-slogan yang
memberi semangat dan terkenal ke seluruh dunia, seperti :
Gembatte kudasai : ayo
berjuang lebih keras
Gambaru : artinya
jangan manja atau cengeng,
taihen dakedo isshoni
gambarimashoo : saya tahu ini sulit, ayo berjuang bersama-sama
yah, memang jika
dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dikampus (tidak jauh dari slogan kita).
namun mengapa kata-kata jepang diatas sangat terkenal di dunia?, tidak lain
karena bangsa jepang telah mengenalkannya sejak kecil kepada anak-anak mereka. Olehnya
itu, slogan tersebut sangat mengakar dan menjelma menjadi penguat mereka, baik
melalui orang tua, pelajar, maupun pemerintah dan bahkan media-media mereka. jangan
harap menyaksikan berita tentang bencana disana diikuti dengan lagu sedih
cenderung lebay seperti di TV-TV kita, atau perdana menteri yang menangis
ketika berkunjung ke tempat pengungsian warga, yang ada malah media dan
pemerintah memberi semangat untuk bangkit segera dari keterpurukan, mungkin
juga tidak akan ada acara TV seperti termehek-mehek, indonesiaku atau acara
yang mengeksploitasi kemiskinan ya? Maklum tak ada yang mau ngaku miskin disana.
Dijepang katanya ada juga peribahasa 7 kali jatuh ,8 kali
bangkit, maknanya dalam buat saya, buat kalian? Mungkin bagi saya yah (KOFTTE 3
kali lipatlah...). Yah mungkin disana sudah sejak dini memang di “kader” untuk
tidak pantang menyerah. Saat gempa dan tsunami melanda jepang beberapa tahun lalu
menurut Rahmat Gobel dalam tulisannya “Message
for Japan”, yang mengatakan “Tidak ada
yang egois memikirkan dirinya sendiri. Para perawat rela bekerja ekstra bahkan
para ibu rela melepas anaknya yang bekerja di pembangkit nuklir Fukushima. Hal
ini yang harusnya ditiru warga Indonesia. Saya yakin Jepang akan bangkit dalam
waktu singkat”. Dan hasilnya kita lihat sekarang, mereka kembali bangkit
dalam waktu sekejap saja. Bahkan kerusakan jalan amblas sepanjang 300 meter
hanya diperbaiki dalam waktu 6 hari (Kokoronotomo TV), sedangkan jalan yang
berlubang dijalan perintis kemerdekaan depan kampus UNHAS butuh waktu beberapa
pekan untuk diselesaikan.
Ada slogan baru-baru kini yang digalakkan dijepang terutama
oleh departemen pendidikan yaitu: Hayane,Hayaoki dan Asagohan yang berarti
tidur cepat,bangun cepat dan makan pagi. Hal ini dilakukan karena hasil survey
pemerintah mereka adalah jika anak kebanyakan begadang maka akibatnya dapat
meningkatkan perilaku yang cenderung ke arah kriminal, begitu juga dengan
tingkat kecerdasannya akan menurun. Hal ini sama dengan anak yang tidak makan
pagi lalu kesekolah, mereka akan kurang bersemangat mengakibatkan kurangnya
penyerapan ilmu sehingga hasil tes dan ujiannya menurun (Hasil survey
pemerintah jepang,di artikel Tori minamiyama) adapun hal-hal yang harus
dihindari anak-anak dijepang adalah Kanasii, Kiken dan Kitsui (Bersedih,Bahaya
dan Kotor) atau mereka sebut K3 artinya dimanapun bangsa jepang harus berusaha
menjauhkan dirinya dan keluarganya untuk menghindari hal-hal yang dapat membuatnya
KANASHII atau bersedih, seperti tidak menepati janji atau, mengganggu orang
lain dll. KIKEN atau menjauhkan mereka dari bahaya seperti disiplin berlalu
lintas, membangun sistem keamanan anti bencana (Peringatan dini tsunami) dll,
terakhir adalah KITSUI atau bermakna menghindarkan diri untuk mengotori diri
dalam bekerja (atau membuat alat2 yang memudahkan mereka sehingga tidak perlu
lagi menyentuh hal-hal yang dapat mengotori tangan mereka) singkatnya berusaha
agar sesuatunya tidak “manual”. Oleh karenanya perkembangan teknologi maju
pesat semua serba otomatis.
Bukannya membanggakan
bangsa jepang dibanding bangsa indonesia (secara kita pernah dijajah), tapi
saya sangat terinspirasi bahkan pengen meniru mereka untuk menjadi motivasi bagi
diri saya agar bisa menjadi orang berguna bagi bangsa sendiri. Siapa tahu anda
ingin juga menirunya? Tru jepang dalam hal baik bukanlah masalah. Sekian dan
terima kasih.
“Mari Berjuang dan Jangan Mengeluh!”
“Mari Berjuang dan Jangan Mengeluh!”
No comments :
Post a Comment