23 June 2013

JEPANG DAN BUDAYANYA

          Bangsa Jepang, bangsa yang terkenal dengan karakter kuatnya, karakter pantang meyerah, mirip dengan slogan yang saya dengar sehari-hari di kampus saya “KEEP ON FIGHTING TILL THE END” yah bagi saya kadang jadi slogan yang membangkitkan, kadang pula menjadi slogan yang terabaikan. Katanya orang jepang juga punya slogan-slogan yang memberi semangat dan terkenal ke seluruh dunia, seperti :

Gembatte : ayo berjuang
Gembatte kudasai : ayo berjuang lebih keras
Gambaru : artinya jangan manja atau cengeng,
taihen dakedo isshoni gambarimashoo : saya tahu ini sulit, ayo berjuang bersama-sama
yah, memang jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dikampus (tidak jauh dari slogan kita). namun mengapa kata-kata jepang diatas sangat terkenal di dunia?, tidak lain karena bangsa jepang telah mengenalkannya sejak kecil kepada anak-anak mereka. Olehnya itu, slogan tersebut sangat mengakar dan menjelma menjadi penguat mereka, baik melalui orang tua, pelajar, maupun pemerintah dan bahkan media-media mereka. jangan harap menyaksikan berita tentang bencana disana diikuti dengan lagu sedih cenderung lebay seperti di TV-TV kita, atau perdana menteri yang menangis ketika berkunjung ke tempat pengungsian warga, yang ada malah media dan pemerintah memberi semangat untuk bangkit segera dari keterpurukan, mungkin juga tidak akan ada acara TV seperti termehek-mehek, indonesiaku atau acara yang mengeksploitasi kemiskinan ya? Maklum tak ada yang mau ngaku miskin disana.
            Dijepang katanya ada juga peribahasa 7 kali jatuh ,8 kali bangkit, maknanya dalam buat saya, buat kalian? Mungkin bagi saya yah (KOFTTE 3 kali lipatlah...). Yah mungkin disana sudah sejak dini memang di “kader” untuk tidak pantang menyerah. Saat gempa dan tsunami melanda jepang beberapa tahun lalu menurut Rahmat Gobel  dalam tulisannya “Message for Japan”, yang mengatakan “Tidak ada yang egois memikirkan dirinya sendiri. Para perawat rela bekerja ekstra bahkan para ibu rela melepas anaknya yang bekerja di pembangkit nuklir Fukushima. Hal ini yang harusnya ditiru warga Indonesia. Saya yakin Jepang akan bangkit dalam waktu singkat”. Dan hasilnya kita lihat sekarang, mereka kembali bangkit dalam waktu sekejap saja. Bahkan kerusakan jalan amblas sepanjang 300 meter hanya diperbaiki dalam waktu 6 hari (Kokoronotomo TV), sedangkan jalan yang berlubang dijalan perintis kemerdekaan depan kampus UNHAS butuh waktu beberapa pekan untuk diselesaikan.
            Ada slogan baru-baru kini yang digalakkan dijepang terutama oleh departemen pendidikan yaitu: Hayane,Hayaoki dan Asagohan yang berarti tidur cepat,bangun cepat dan makan pagi. Hal ini dilakukan karena hasil survey pemerintah mereka adalah jika anak kebanyakan begadang maka akibatnya dapat meningkatkan perilaku yang cenderung ke arah kriminal, begitu juga dengan tingkat kecerdasannya akan menurun. Hal ini sama dengan anak yang tidak makan pagi lalu kesekolah, mereka akan kurang bersemangat mengakibatkan kurangnya penyerapan ilmu sehingga hasil tes dan ujiannya menurun (Hasil survey pemerintah jepang,di artikel Tori minamiyama) adapun hal-hal yang harus dihindari anak-anak dijepang adalah Kanasii, Kiken dan Kitsui (Bersedih,Bahaya dan Kotor) atau mereka sebut K3 artinya dimanapun bangsa jepang harus berusaha menjauhkan dirinya dan keluarganya untuk menghindari hal-hal yang dapat membuatnya KANASHII atau bersedih, seperti tidak menepati janji atau, mengganggu orang lain dll. KIKEN atau menjauhkan mereka dari bahaya seperti disiplin berlalu lintas, membangun sistem keamanan anti bencana (Peringatan dini tsunami) dll, terakhir adalah KITSUI atau bermakna menghindarkan diri untuk mengotori diri dalam bekerja (atau membuat alat2 yang memudahkan mereka sehingga tidak perlu lagi menyentuh hal-hal yang dapat mengotori tangan mereka) singkatnya berusaha agar sesuatunya tidak “manual”. Oleh karenanya perkembangan teknologi maju pesat semua serba otomatis.

Bukannya membanggakan bangsa jepang dibanding bangsa indonesia (secara kita pernah dijajah), tapi saya sangat terinspirasi bahkan pengen meniru mereka untuk menjadi motivasi bagi diri saya agar bisa menjadi orang berguna bagi bangsa sendiri. Siapa tahu anda ingin juga menirunya? Tru jepang dalam hal baik bukanlah masalah. Sekian dan terima kasih.

“Mari Berjuang dan Jangan Mengeluh!”

No comments :

Post a Comment